Nasionalisme Partai Politik 11/30/2011
Wajar jika anarkisme berkembang di Indonesia. Partai politik sebagai sumber tokoh-tokoh politik Indonesia kurang senyawa dengan aspirasi warga. Dalam berbagai kasus pemicu nasionalisme misalnya, hampir tidak ada tokoh-tokoh politik yang bersuara dan kalau pun ada sangat jauh dari pewakilan emosi warga. Dalam kasus pengibaran bendera OPM oleh Australia dan tindakan-tindakan politikus Belanda yang menggembar-gemborkan RMS misalnya, tidak ada reaksi apa pun dari para politisi.Sangat jauh dari yang diharapkan. Lihat bagaimana negara-negara Barat memanggil pulang duta besarnya dari Iran. Tokoh Indonesia harus berani mengambil dua gertakan untuk memenuhi emosi warga: 1. Memulangkan diplomat Australia, Belanda dari Indonesia dan memanggil pulang diplomat Indonesia dari Australia Belanda. 2. Memperkuat kerjasama dengan Cina. Aksi tersebut tidak perlu direalisasikan. Tetapi sekedar gertakan cukuplah. Kita dapat melihat, anggota-anggota parlemen negara Barat pun sering menggertak Indonesia dengan berbagai macam gertakan, padahal kita tahu itu semua cuma gertakan. Tetapi meski hanya gertakan, sudah cukup untuk melampiaskan kedongkolan warganya. Beberapa politisi Indonesia mewarisi nama-nama besar para pahlawan Indonesia, tetapi karakter mereka sungguh beda. Kita lihat bagaimana Soekarno berhasil menyalurkan aspirasi warga Indonesia masa lampau dengan gaya pendekatan Cina, keluar dari PBB dan sebagainya. Memang ada konsekuensi yang dianut, tetapi emosi dan harga diri bangsa perlu ditegakkan walaupun cuma oleh basa-basi gertakan. Add Comment | AuthorGhobro adalah putra pauhranap riau. Menulis blog di hosting gratis tapi elegan. ArchivesDecember 2011 CategoriesAll |

RSS Feed