Opini Ghobro
  • Home
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Administrasi
  • Ghobro
  • Wiki Ghobro
Penggabungan LSI dan LPI 12/24/2011
0 Comments
 
Kisruh yang terjadi di PSSI sekarang salah satu bentuknya adalah adanya dualisme kompetisi, yakni kompetisi resmi yang dijalankan PT. LPIS di bawah bendera PSSI dan kompetisi tidak resmi yang dijalankan atas nama PT. LI yang telah dibekukan PSSI. Salah satu bentuk penyelesaian yang diusulkan adalah penggabungan LSI dan LPI.

Rayana Djakasurya wartawan senior yang telah lama tinggal di Italia mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin. PSSI harus teguh mempertahankan LPI. Jika LSI ingin tetap eksis, maka harus berada di luar kompetisi resmi. Kutipan Republika, 20/12/2011 : 'Gabungkan LPI dan LSI? Itu tak Mungkin'  tidak menjelaskan alasan Rayana.


Namun, berdasarkan beberapa fakta yang ada, alasan Rayana tersebut sangat logis. Pertama, LPI dan LSI memiliki pemegang hak siar terpisah. LSI meneruskan hak siar ANTV yang dikontrak jangka panjang senilai 10 milyar per tahun, dan untuk mengimbangi hak siar di LPI dinaikkan menjadi 100 milyar tapi tanpa perhitungan bonus sponsor. Dengan keuntungan per musim 240 milyar per musim, nilai hak siar tersebut tentu saja merugikan dunia sepakbola. Sebaliknya LPI memberikan hak siar kepada MNC dan Astro dengan nilai 100 milyar plus perhitungan bonus sponsor dan iklan. Tentu saja, ANTV sebagai pemegang hak siar LSI keberatan kedua kompetisi ini digabungkan.
Kedua, klub-klub LSI telah terbiasa memiliki sistem keuangan bergaya sponsorship. Klub mencari dana operasional di awal musim, belanja sebesar mungkin sehingga pada akhir musim kas kembali menjadi nol. Karena anggaran sudah ditentukan di awal, penambahan pertandingan bagi klub-klub LSI adalah beban. Klub-klub LPI harus menjalankan pertandingan sebagai ajang pemasukan kas, semakin banyak pertandingan, semakin bertambah kas. Klub juga harus rasional dalam belanja sehingga pada setiap akhir musim, kas yang dimiliki semakin meningkat. Sebagaimana layaknya Badan Usaha,klub juga harus memberikan keuntungan kepada investor. Semakin besar keuntungan yang diberikan, akan semakin besar minat investor dan pada akhirnya akan semakin besar klub.
Ketiga, bagi klub-klub LSI sebagaimana pada awal hak siar diambil ANTV, siaran langsung hanyalah sekedar penambah pamor/prestise. Sebaliknya, bagi klub-klub LPI, siaran adalah bagian komersialisasi yang dapat dijadikan alternatif pemasukan. Klub-klub LSI lebih tertantang untuk prestise sesaat, sementara klub-klub LPI diwajibkan untuk kontinuitas. 
Keempat, walaupun klub-klub LSI saat ini memiliki stok pemain yang lebih populer, tetapi klub-klub LSI masih didominasi kepengurusan yang belum memberikan jaminan hukum. Apabila investor menanamkan modal di klub, apabila terjadi sedikit ketidakpuasan saja di tangan pengurus, pengurus dapat mengambil alih kembali klub dengan mendirikan PT baru. Sebaliknya, klub-klub LPI telah diserahkan secara penuh kepada Badan Hukumnya sehingga pengambilalihan PT 100% pengambilalihan klub.

Dari keempat fakta tersebut, kedua liga tidak mungkin digabungkan. Seperti Rayana, PSSI harus mempertahankan konsep Liga Prima dan jika klub-klub ISL memasuki LPI, mereka harus mengikuti ketentuan tersebut sehingga hal-hal memalukan seperti gaji pemain yang tidak terbayar atau klub yang meraih prestise pada satu musim harus melorot drastis pada musim berikutnya karena pada musim sebelumnya menggelontorkan dana habis-habisan tetapi untuk musim mendatang kehabisan bahan bakar.
Add Comment
 
Kemanakah RD berlabuh? 12/23/2011
0 Comments
 
Rahmat Darmawan (RD) tiba-tiba saja namanya melambung saat sukses membawa timnas Indonesia dalam SEA Games. Namun, tiba-tiba saja nama RD dikabarkan akan menjadi pelatih Pelita Jaya. Kepastian mundurnya RD dari timnas memperkuat isu tersebut yang bahkan dalam beberapa pemberitaan RD sudah sah sebagai pelatih Pelita Jaya. Tetapi lagi-lagi kabar tersebut bohong. 

Pernyataan resmi dari RD bahwa dia akan menjadi klub besar yang akan berhome base di Lampung. Apakah klub tersebut Pelita Jaya? Sebagaimana kita ketahui, Pelita Jaya yang sekarang berhome base di Karawang dalam sejarahnya memang sudah sering berpindah-pindah tempat dan dengan adanya pernyataan Lalu Mara bahwa dia selalu berdoa agar RD melatih Pelita Jaya memperkuat indikasi tersebut?

Klub Yang Bersedia Diboyong
Pernyataan utama RD adalah klub yang bersedia diboyong. Meskipun Pelita Jaya memiliki tradisi berpindah-pindah tempat, tetapi Pelita Jaya sudah jelas memiliki home base yakni Karawang. Dalam situasi sepakbola Indonesia saat ini dan dalam suasana industri bola di mana suporter adalah raja menggantikan tradisi lama bahwa pengurus adalah penguasa , tentu klub yang dukungan suporternya kuranglah yang paling logis kesediaannya untuk berpindah. Dalam hal ini, Persija versi IPL yang dikabarkan di media-media ditentang oleh Jakmania merupakan klub yang paling memenuhi kriteria. 

Klub Prestasi
Pernyataan bahwa klub tersebut adalah klub yang berprestasi semakin menguatkan arah bahwa klub yang dimaksud adalah Persija IPL. Sebagaimana kita ketahui, saat ini Persija IPL berada di urutan dua klasemen Liga Prima dengan poin sama-sama 8 dengan Semen Padang.

Pertukaran Pelatih
Salah satu pernyataan menarik adalah kesediaan Jaya Hartono untuk melatih Timnas U-23. Apakah pernyataan Pelatih Persija IPL menyatakan kesediaan yang bersangkutan untuk bertukar tempat dengan RD? Mari, kita saksikan saja!
Add Comment
 

    Author

    Ghobro adalah putra pauhranap riau. Menulis blog di hosting gratis tapi elegan.

    Archives

    December 2011
    November 2011
    October 2011

    Categories

    All
    Agama
    Bahasa
    Bakat
    Batak
    Bpjs
    Budaya
    Dayak
    Etnis
    Gereja
    Ham
    Hiburan
    Hukum
    Islamisasi
    Jamsos
    Kompetisi
    Kristenisasi
    Lampung
    Liga
    Melayu
    Olahraga
    Proto
    Pssi
    Rd
    Sepakbola

    RSS Feed


Create a free website with Weebly